senin ceriaaaaaaaa. sahabat kemarin setelah saya update artikel yang berjudul cara mencari akar permasalahan. ternyata ada sahabat saya yang "terprovokasi" tak lama setelah dia baca di mengirim pesan ke facebook saya seperti ini :
amaki.
pengen konsul.
pake metode yang dipake di artikel mencari akar masalah
TT_____TT
kebetulan pesan ini baru terbaca 17 menit setelah dia kirim, dan ketika saya balas ternyata sudah tidak online lg, dan akhirnya saya tawarkan untuk ngobrol via whats app.
dan percakapan pun terjadi...... kita sebut saja miss G (miss galau)
Minggu, 13 Mei 2012
Sabtu, 12 Mei 2012
cara mencari akar permasalahan
Di artikel sebelumnya, saya menjanjikan untuk membahas bagaimana cara menggali akar permasalahan, namun setelah mencoba membuatnya ternyata terasa agak sulit untuk dilakukan karena terlalu klise atau terkesan sangat2 mudah, padahal pada kenyataannya tidak semudah membalikan telapak tangan, oleh karena itu sebagai penggantinya saya akan membahas salah satu kasus yang saya tangani dalam menggali akar permasalahan
Suatu pagi yang indah ada seorang jomblowati (miss j) yang meminta untuk di hypnoterapi dengan outcome (tujuan) bisa berdamai dengan masa lalu, karena kondisinya kurang memberikan privasi untuk miss J bercerita, dan sepertinya miss J tidak ingin bercerita, akhirnya saya menggunakan salah satu teknik NLP yang bernama edit submodalitas, yang mana berfungsi untuk netralisir emosi tanpa harus menceritakan apa yang dialami dengan cara meningkatkan visual audio dan kinestetik lalu mengeditnya.
Minggu, 06 Mei 2012
Akumulasi Masalah
Manusia hidup berdampingan dengan masalah, mulai dari bangun hingga tidur lagi. bahkan sayapun selalu menghadapi masalah saat mau mengupdate blog ini, mulai dari koneksi internet yang gak stabil, ada gangguan yang konsul dan masalah lainnya #Alibi #Alasan :p .
setiap orang punya cara tersendiri dalam menghadapi masalah, ada yang menyelesaikan secepatnya, ada yang menunggu tenang dahulu baru di selesaikan, ada yang lebih senang mengabaikan masalah, atau bahkan ada sahabat saya yang segimana emosinya pun terhadap suatu masalah, dibawa tidur lupa deh sama itu masalah
nah yang akan kita soroti adalah orang-orang yang ketika mendapat masalah langsung nge drop, emosi langsung meningkat, marah-marah gak jelas, padahal masalah yang dia hadapi adalah masalah yang sepele bagi sebagian besar lainnya. misalkan dibercandain dikit jadi masalah besar, atau cuma lupa di sms 1 hariiiiii aja marahnya kaya di gebukin 1 kampung. pernah melihat orang yang seperti ini???? saya percaya pasti pernah :P.
Rabu, 18 April 2012
Berbagi di malam hari
beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri mampir ke basecamp relawan pay tasikmalaya, awalnya saya berpikir bila kedatangan saya hanyalah silaturahmi biasa pengganti ketidakhadiran saya di beberapa event pay Tasikmalaya.
dan ternyata kedatangan saya bertepatan dengan event friday giving, sebuah event rutin mingguan berbagi kepada duafa. ketika pertama kali datang, ternyata anak-anak laskar langit (sebutan untuk komunitas anak-anak penduduk sekitar) sedang membantu membungkus paket nasi bungkus dengan isinya nasi bungkus, air kemasan gelas, susu murni, dan doa meminta ampunan (katanya sih tiap minggu doanya beda-beda)
setelah itu meskipun cuaca hujan kami tetap berangkat menuju manon jaya, karena disana ada pesantren khusus penghapal Alquran, kata ustadnya rata-rata sudah hapal 4 juz
jujur awalnya saya berpikir, "waduh ini jauh amat perjalanan menuju manon jaya, dan cuma nge drop nasi bungkus di beberapa titik mah santai aja." tapi ternyata pikiran saya salah, memang target utamanya adalah para duafa yang tidak memiliki tempat tinggal.
dan ternyata kedatangan saya bertepatan dengan event friday giving, sebuah event rutin mingguan berbagi kepada duafa. ketika pertama kali datang, ternyata anak-anak laskar langit (sebutan untuk komunitas anak-anak penduduk sekitar) sedang membantu membungkus paket nasi bungkus dengan isinya nasi bungkus, air kemasan gelas, susu murni, dan doa meminta ampunan (katanya sih tiap minggu doanya beda-beda)
setelah itu meskipun cuaca hujan kami tetap berangkat menuju manon jaya, karena disana ada pesantren khusus penghapal Alquran, kata ustadnya rata-rata sudah hapal 4 juz
jujur awalnya saya berpikir, "waduh ini jauh amat perjalanan menuju manon jaya, dan cuma nge drop nasi bungkus di beberapa titik mah santai aja." tapi ternyata pikiran saya salah, memang target utamanya adalah para duafa yang tidak memiliki tempat tinggal.
Langganan:
Postingan (Atom)




